ANAKLEMBU [Ibr., ʽeʹghel]. Biasanya yang dimaksud adalah lembu jantan muda. Anak lembu dipersembahkan sebagai korban (), dan pada kesempatan khusus atau di bawah keadaan khusus anak lembu yang digemukkan akan disembelih dan dimasak untuk dihidangkan di atas meja.—Kej 18:7, 8; 1Sam 28:24; Luk 15:23. 'Memotong anak lembu menjadi dua dan berjalan di antara potongan-potongannya' secara
Alqurandan sains ungkap gunung yang bergerak seperti awan. 3. Penjelasan ilmiah mengenai pembelahan laut. Gurun Sahara (Keith Mac Uidhir/Flickr) Setelah melalui riset komputer yang cukup lama, peneliti di Amerika Serikat menyimpulkan kisah Laut Merah yang terbelah seakan memberi jalan bagi Musa itu, bila dilihat dari sisi ilmiah, sangat
NabiMusa merupakan salah satu utusan Allah di muka bumi. Selama hidupnya, Nabi Musa diberikan cobaan bertubi-tubi. Kisah Nabi Musa pun diceritakan dalam Al Quran. Misalnya seperti membelah lautan
Begituhebat sekenario Allah SWT, sosok yang membebaskan bangsa Israel, melawan kezaliman dan angkara murka Fir'aun justru muncul dari dalam istana Fir'aun sendiri. Allah SWT telah memberikan takdir kepada MUSA untuk menang melawan tirani Fir'aun dan Dia juga memberikan jalan cerita indah kepada Musa dan pengikutnya untuk dikenang dan
Kesepulahtulah Allah di Mesir ini dicatat dalam Kitab Keluaran, pasal 7 sampai pasal 12. (Baca: 39 Kitab Perjanjian Lama Dan Penjelasannya) 10 tulah ini adalah mujizat-mujizat yang sangat dahsyat, yang terjadi seketika dan menimpa seluruh Mesir, kecuali bangsa Israel. Sembilan dari kesepulah tulah di Mesir tersebut terjadi tatkala Musa dan
NamunAllah menjawab: 1. Musa akan diberikan kuasa untuk melakukan mukjizat sehingga orang Isarel akan mengakui dia. (ayat 2-9) 2. Kakaknya Harun akan menjadi juru bicara Musa (ayat 11-17) f1. Musa adalah pemimpin dan pendiri bangsa Israel. Musa sebagai pemimpin besar yang ditulis dalam Perjanjian Lama. 2.
CorpusID: 194850424; Perancangan Komik Musa Membebaskan Bangsa Israel Berdasarkan Alkitab Sebagai Media Edukasi Rohani Kepada Anak @inproceedings{Karenobel2017PerancanganKM, title={Perancangan Komik Musa Membebaskan Bangsa Israel Berdasarkan Alkitab Sebagai Media Edukasi Rohani Kepada Anak}, author={Garit Karenobel}, year={2017} }
Musa putra seorang wanita budak yang dibesarkan di istana Firaun, dikatakan telah dipilih oleh Tuhannya untuk memimpin bangsa Israel menuju kebebasan. Dengan saudaranya Harun (Aharon), Musa meminta Firaun untuk membiarkan orang Israel meninggalkan Mesir untuk merayakan pesta di padang gurun untuk menghormati Tuhan mereka. Firaun menolak.
YK2K4Ou. Oleh Jekson Pardomuan “Lalu turunlah TUHAN dalam awan dan berbicara kepada Musa, kemudian diambil-Nya sebagian dari Roh yang hinggap padanya, dan ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tua-tua itu; ketika Roh itu hinggap pada mereka, kepenuhanlah mereka seperti nabi, tetapi sesudah itu tidak lagi.” Bilangan 11 25 DALAM perjalanan hidup kita mengikut Tuhan, kita sangat kenal dengan ketokohan Nabi Musa. Musa menjadi pemimpin yang membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan di Tanah Mesir. Tuhan sangat menyayangi Musa dan memberinya kekuatan untuk melepaskan bangsa Israel dan membebaskan bangsa Israel dari kekangan raja Firaun. Musa, merupakan salah satu tokoh besar dalam sejarah bangsa Israel. Ketokohan Musa tercacat mulai dari kelahirannya, kisah drama bagaimana bayi Musa diselamatkan dari rencana pembunuhan bayi oleh perintah Raja Firaun, kemudian Musa diangkat menjadi anak angkat Firaun, dibesarkan di istana Firaun, melarikan diri dari Firaun karena takut ketahuan membunuh seorang dari bangsa Mesir demi membela bangsanya, mengalami "pembuangan" dalam arti pembentukan Tuhan selama 40 tahun di Tanah Midian, kemudain kembali ke Mesir untuk membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan menuju negeri yang baik dan luas, negeri yang berlimpah susu dan madunya. Musa memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir juga ditandai dengan "perang" antara Tuhan dan Firaun yang diwakili oleh Musa, kisah sepuluh tulah dan kisah-kisah lainnya menyertai keluarnya bangsa Israel, kemudian bangsa Israel menyeberangi Laut Teberau. Musa menunjukkan kekuasaan Tuhan dalam menolong bangsa Israel menyeberangi laut yang terbelah, kemudian setelah mereka berada di seberang, air laut yang terbelah kembali menyatu dan menghanyutkan tentara Mesir yang mengejar mereka. Lantas apa yang patut kita teladani dari kepemimpinan Musa? Pertama, dalam kepemimpinannya, Musa menjalankannya atas nama Tuhan, maksudnya Musa memang mendapatkan panggilan itu dari Tuhan, bukan sebuah ambisi pribadi. Panggilan Tuhan itu mencakup visi kepada bangsa Israel. Berbeda sangat jauh dengan calon-calon pemimpin yang menyatakan dirinya siap menjadi pemimpin. Pemimpin yang bagaimana? Karena banyak sekali manusia sekarang yang berkeinginan menjadi pemimpin dengan berbagai cara, bahkan ada yang sampai mengorbankan banyak uang demi untuk mendapatkan jabatan pemimpin. Alkitab menuliskan banyak hal tentang Musa dan kepemimpinannya. Musa memiliki rasa yang sangat perduli terhadap bangsa Israel, apalagi melihat karakter dan keadaan bangsanya selama ia di istana Firaun. Musa memiliki keinginan yang sangat kuat untuk melepaskan bangsa Israel dari perbudakan. Di dalam kehidupannya, Musa memiliki sifat yang rendah hati, khususnya di hadapan Tuhan. Musa takluk kepada kehendak Tuhan. Musa mendengarkan Tuhan. Musa melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Musa selalu bertanya kepada Tuhan sebelum melakukan sesuatu. Musa tidak gegabah. Musa memiliki hubungan pribadi yang baik dengan Tuhan. Kemudian, Musa memimpin dalam kuasa Tuhan, artinya Musa mengandalkan Tuhan dalam kepemimpinannya. Musa juga memiliki manajemen kepemimpinan yang baik. Setelah mendengar usulan mertuanya, Musa merumuskan ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada bangsa Israel termasuk tentang hak budak, peraturan kebaktian, jaminan nyawa sesama manusia, tentang orang-orang tak mampu dan lain-lain. Di dalam kepemimpinannya untuk membawa bangsa Israel keluar dari Tanah Mesir, Musa mengangkat orang-orang untuk ditempatkan memimpin dibawah kepemimpinannya. Yaitu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang. Perkara-perkara kecil akan diselesaikan para pemimpin yang diangkatnya, perkara-perkara besar akan dibawa ke Musa. Rendah Hati Tak bisa meneladani kepemimpinan Musa secara utuh, paling tidak kita bisa menjadi pemimpin-pemimpin kecil yang bisa memberi manfaat bagi orang-orang yang kita pimpin. Contoh kecilnya adalah menjadi pemimpin ditengah-tengah keluarga kita sendiri. Bagaimana mungkin kita bisa memimpin sebuah perusahaan kalau keluarga sendiri belum bisa kita pimpin. Di Alkitab Perjanjian Baru ada juga dituliskan tentang Musa, Kisah Para Rasul 3 22 menuliskan “Bukankah telah dikatakan Musa Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu.” Kehidupan berbangsa dan bernegara seperti sekarang ini, banyak sekali manusia yang kurang menyadari kemampuannya sampai sejauh mana dan apakah benar Tuhan memilih dan memakainya untuk menjadi perwakilan sebagian besar umat? Dalam waktu yang tidak lama lagi, beberapa kabupaten/kota di Sumatera Utara akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah secara langsung. Harapan kita ke depan adalah muncul pemimpin-pemimpin yang takut akan Tuhan. Bukan pemimpin yang pura-pura takut sama Tuhan, padahal kelakuannya sangat jauh dari harapan. Harapan kita ke depan akan muncul pemimpin yang dari Tuhan, bukan pemimpi yang memaksakan diri menjadi pemimpin. Meneladani kepemimpinan Musa yang bisa kita lakoni adalah selalu rendah hati dan tidak merepotkan orang lain dalam kehidupannya. Berbeda sangat jauh dengan calon-calon pemimpin yang bermunculan saat ini. Belum duduk jadi pemimpin saja mereka sudah merepotkan orang lain. Kepemimpinan Musa adalah kepemimpinan yang murni pilihan Tuhan dan perintah tugasnya dari Tuhan. Bukan dibuat-buat atau diciptakan begitu saja agar orang lain merasa diperhatikan, padahal dibalik kepeduliannya sebagai calon pemimpin itu ada sesuatu yang diharapkannya di kemudian hari. Meneladani Musa tak ada bedanya dengan kita meneladani Yesus sebagai Juru Selamat kita sebagai orang-orang yang berdosa. Ketika kita terpilih menjadi seorang pemimpin, serahkan saja semuanya kepada Tuhan dengan rendah hati, maka Tuhan akan menunjukkan cara-cara terbaik bagi Anda untuk menjadi pemimpin yang benar-benar diberkati Tuhan. Jadilah pemimpin yang berhasil dalam membawa perubahan bagi kelompok kecil yang Anda pimpin, yaitu keluarga. Keluarga adalah kelompok kecil yang kita pimpin untuk selalu dekat kepada Tuhan dan bisa bersama-sama meneladani kepemimpinan Musa dalam menyelamatkan bangsa Israel. Amin.
Claudia Jessica Official Writer Kejadian kontroversial kali ini adalah Tuhan hendak membunuh Musa. Kok bisa ya? Jika kamu lebih suka menonton, kamu bisa simak kisahnya di [VIDEO] FaktaAlkitab Pemimpin Bangsa Israel yang Mau Dibunuh oleh Tuhan Tuhan Mengutus Musa Ke Mesir Setelah Musa membunuh orang Mesir yang menganiaya budak Yahudi di tempat kerja paksa, ia pergi untuk melarikan diri. Musa memilih Midian sebagai tempat pelarian. Ia menikah dengan Rehuellah Zipora, anak Yitro seorang Imam di Midian Keluaran 3 10. Dari pernikahannya mereka mendapatkan seorang anak laki-laki dan menamainya Gersom, yang berarti “Aku telah menjadi pendatang di negeri asing.” BACA JUGA Fakta Alkitab Di Lokasi Inilah Yesus Bertemu dengan Musa dan Elia Setelah empat puluh tahun Musa hidup di Midian, Tuhan memanggil Musa. Tuhan menemui Musa saat ia sedang menggembalakan kambing domba mertuanya. Ketika itu, Tuhan memerintahkan Musa pergi ke Mesir dan memintanya untuk membebaskan Bangsa Israel yang semakin menderita ditindas oleh Firaun. Sebenarnya Musa enggan kembali lagi ke Mesir, karena mungkin saja Firaun masih mengingatnya sebagai pembunuh. Selain itu, Musa merasa tidak percaya diri untuk tampil sebagai pemimpin pembebasan Israel dari perbudakan Mesir Keluaran 3 11. Tuhan perlu membujuk Musa untuk percaya diri Musa tidak begitu gembira menerima perintah Tuhan. Bahkan Ia cenderung menghindar secara halus. Musa merasa tidak percaya diri untuk menerima tugas dari Tuhan hingga mengungkapkan keberatannya pada Tuhan berkali-kali 1. Siapakah aku ini Tuhan sehingga aku yang harus menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir? Keluaran 3 11 2. Bagaimana jika orang Israel bertanya tentang apa sebutan nama TUHAN yang mengutus aku? Keluaran 3 14 3. Bagaimana jika orang Israel tetap tidak mempercayai bahwa Tuhan telah menampakkan diri padaku? Keluaran 4 1 4. Tuhan, aku bukan komunikator yang baik. Aku tidak pandai bicara Keluaran 4 10 5. Tuhan, bagaimana jika KAU utus saja orang lain? Keluaran 4 13 BACA JUGA Mengapa Doa Musa yang Mengancam Dikabulkan Tuhan? Amarah Tuhan bangkit akibat pernyataan Musa yang terakhir. Tuhan tetap memerintahkan Musa pergi ke Mesir, tetapi Tuhan juga memerintahkan Harun kakak Musa sebagai pendamping Musa. Harun bertugas sebagai juru bicara Musa saat mereka berbicara pada Firaun Keluaran 4 14. Halaman selanjutnya >>>Tuhan Hendak Membunuh Musa Musa dan keluarga beserta rombongannya harus bermalam di tengah perjalanan beberapa kali. Terkadang mereka bermalam dengan membangun tenda atau beristirahat di penginapan. Suatu malam, ketika Musa dan keluarganya tidur di penginapan, Tuhan mendatangi Musa. Sebenarnya, peristiwa pertemuan antara Tuhan dan Musa adalah hal yang sering terjadi. Tetapi kali ini, Musa sangat terkejut karena Tuhan hendak membunuhnya. Zipora, Sang Istri menyadari situasi tersebut dan bergegas untuk melakukan sesuatu. Ia mengambil pisau batu dan memotong kulit khatan alat vital Gersom, anak lelakinya. Setelah itu, Zipora menyentuhkan potongan kulit khatan itu pada kaki Musa sambil berkata, “Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku.” Lalu Tuhan tidak jadi membunuh Musa Keluaran 4 25-26. Mengapa Tuhan hendak Membunuh Musa? Tuhan sendiri yang memerintahkan Musa sebagai pembebas bangsa Israel dari Mesir, tetapi Tuhan juga yang hendak mencabut nyawa Musa. Bagaimana mungkin Tuhan hendak membunuh orang yang bersedia diutusnya? Banyak tafsir untuk menjawab pertanyaan sulit itu. Ada penafsiran bahwa Musa lalai tidak melakukan sunat pada anak laki-lakinya. Padahal Sunat masih menjadi hukum yang wajib ditaati di jaman Perjanjian Lama. Tuhan memerintahkan semua laki-laki yang tidak disunat harus dihukum mati Kejadian 17 14. Baca juga 6 Tokoh Alkitab yang Tidak Taat Kepada Tuhan dan Hukuman yang Didapatkan Termasuk Musa! Hukum sunat menjadi ikatan perjanjian antara Tuhan dan Abraham. Anak laki-laki Musa tidak bisa menanggung hukuman itu karena ia masih kecil. Oleh karena itu, hal ini menjadi tanggung jawab Musa sebagai orang tuanya. kelalaian Musa ini mendatangkan konsekuensi dan Tuhan menjatuhkan hukuman mati pada Musa. Ketidaktaatan bisa mendatangkan berbagai konsekuensi. Tuhan bisa memberi hukuman apa saja termasuk kematian bagi setiap orang yang tidak taat. Terbukti dari kisah ini, Tuhan sangat marah kepada Musa karena ia yang seharusnya mengajarkan hukum Allah Israel justru tidak mematuhi hukum itu sendiri. Jangan biarkan artikel ini berhenti di kamu terasa diberkati! Bagikan juga kepada teman-temanmu agar dapat memberkati mereka dengan pengetahuan baru! Selain itu, kamu juga bisa menjadi berkat bersama kami dengan mendukung untuk terus memproduksi konten-konten baru setiap harinya. Kamu bisa menjadi mitra CBN dengan melakukan donasi sebesar 50 ribu dalam sekali pemberian atau setiap bulan. Kabar baik bagi kamu kamu yang berdonasi sebesar 250 ribu setiap bulan, akan mendapatkan bonus berupa kaos polo, atau mug selama persediaan masih ada. Selain itu, jika kamu sudah berdonasi selama 3 bulan berturut-turut, kamu bisa mengikuti webinar-webinar lain yang akan diadakan oleh CBN. Jika kamu tergerak untuk bergabung, DAFTARKAN DIRIMU DI SINI. Sumber Halaman Tampilkan per Halaman
- Sebagaimana yang tercatat dalam Alkitab, Israel adalah bangsa pilihan Allah. Awal mula kisah bangsa Israel berada di Mesir, karena kelaparan merajalela saat itu. Dalam kisah Alkitab menuliskan yang ada gandum tinggal di Mesir. Saat kelaparan merajalela Yusuf anak Yakub, adalah seorang yang berkuasa di Mesir karena menjadi orang kepercayaan raja Firaun saat itu. Kemudian karena kelaparan semakin hebat, Yakub yang sudah diganti nama oleh Allah menjadi Israel bersama kesebelas anaknya pergi ke Mesir hidup bersama Yusuf. Singkat cerita saat itu meninggalah Firaun raja Mesir dan juga Yusuf serta Yakub. Akan tetapi bangsa Israel saat itu semakin banyak di Mesir. Firaun raja Mesir tidak lagi mengenal siapa sosok Yusuf sebelumnya. Lalu Firaun membuat aturan agar semua bangsa Israel dipaksa untuk bekerja. Melihat bangsa PilihanNya semakin tertindas, Allah mengutus nabi Musa untuk membawa bangsa Israel keluar dari mesir dan menduduki Kanaan. Namun, raja Firaun sudah mengeraskan hatinya dan tidak memberi kesempatan bagi bangsa Israel untuk keluar dari Mesir. Berkali-kali Musa bersama Harun abangnya meminta Firaun untuk membiarkan bangsa Israel untuk keluar dari Mesir tetapi semua usaha itu tidak berhasil. Firaun tidak memberi kesempatan untuk bangsa Israel untuk keluar, malahan semakin menambah kerja rodi kepada rakyat Israel. Dengan begitu berfirmanlah Tuhan kepada Musa untuk menghadap Firaun di sungai Nil dan mengatakan agar membiarkan bangsa Israel pergi untuk beribadan kepada Allah di Padang Gurun.